Nurasikin ,, chyqiin

  • beranda
  • artikel
    • kesehatan
    • remaja
    • pendidikan
    • sosial
    • agama
    • sikin
  • tutorial
    • excel
    • corel draw
    • power point
  • Anu A
  • Anu B
  • biologi
  • matematika
  • kontak
    • facebook
    • twitter
  • Minggu, 01 Desember 2013

    perilaku sang pecinta

    CINTA KEPADA BUNDA DAN AYAH
    Pada Bunda
    Duh, begitu lama ku abaikan rasa ini. Seperti anak durhaka rasanya. Pada dia yang menjadikanku ada. Pada lembut yang menghidupiku dari tiada menjadi ada sekarang ini. Penuh cinta, kasih, sayang dan kesabaran. Perempuan tanpa keluh. 
    Dalam segala keterbatasanmu, telah taklukkan hari-hari kerasmu untuk menjaga, dan membimbingku sampai sejauh ini. Tak nyata memang. Tak banyak petuahmu tersampaikan. Engkau memang perempuan tanpa keluh. Bekerja bukan dengan kata, namun laksana.
     Dalam diam mu, kau lakukan satu-satu kewajibanmu. Tuntaskan dharmamu sebagai seorang ibu. Sampai tuntas tanggung jawabmu. Tak ada yang tertinggal satupun, kau telah lunaskan semua. Sekarang, waktumu menikmati masa lelahmu. Nikmatilah hidup ini. Selebihnya, biar jadi tanggung jawab ku sekarang ini, sampai nanti. Ini kini adalah giliran dharmaku sebagai anak.
    Diposting oleh Unknown di 23.27 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: sikin

    perilaku sang pencinta


    Tampilan HTML dasar




    Mas Agus


    Tampilkan detail
    PERILAKU SANG PENCINTA
    CINTA adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya, terkhusus manusia. Ketika
    rasa itu telah merasuk pada setiap diri bani Adam, maka semua yang diterima, atas konsekuensi
    cintanya, akan terasa indah lagi menyenangkan, sekalipun realitasnya balasan yang didapat sangat
    membebani fisik, pikiran dan perasaan. Menyitir pribahasa anak muda saat ini, “Kalau sudah cinta,
    tahi kucing pun terasa cokelat,” ujar mereka.
    Ini merupakan satu ungkapan, yang berupaya menjelaskan akan keunikan cinta. Sehingga, hal yang
    sangat sukar sekalipun (tahi kucing), akan terasa seolah cokelat. Ya begitulah, tak ada istilah pamrih
    bagi orang yang sedang dimabuk cinta. Semua perjuangan yang dilakukan dibangun atas ‘keikhlasan’
    yang tinggi, karena ingin membuktikan kebenaran cinta yang ada di dalam dada. Dan itu bukanlah
    sebuah kekeliruan. Justru, itulah ekspresi ataupun ‘akrobat’ dasar yang ditimbulkan cinta murni, yang
    tumbuh dari jiwa nan suci.
    Ketika cinta tidak melahirkan ekspresi yang demikian dahsyat/spektakuler, maka patut dipertanyakan,
    apakah benar cinta yang dipersembahkan merupakan cinta yang tulus murni, atau, sebaliknya, hanya
    pemanis mulut saja, tapi hati berkata tidak? Istilahnya, ada udang di balik batu. Atau, yang lebih
    ekstrim lagi, munafik.
    Untuk menakar kemurnian itu, bisa kita lihat dari tindak-tanduk sang pecinta dalam memenuhi hajat
    yang dicintai, ketika ‘sang-dipuja’ menuntut pengorbanan. Apabila dia melaksanakan tugas dengan
    sungguh-sungguh penuh semangat, ikhlas, tanpa keluh kesah, maka bisa diprediksi bahwa cintanya
    tulus dan murni.
    Namun, apa bila yang terjadi justru sebaliknya, banyak protes, ogah-ogahan, baru menapaki jalan yang
    sedikit terjal sudah tidak kuat melangkahkan kaki barang setapak, maka, kita sendiri bisa mengecap,
    cinta model apakah ini?
    Kisah Cinta Sejati Ibrahim pada Allah
    ‘Rumus’ (Menguji kemurnian cinta) di atas bisa kita temukan di al-Quran yang menjelaskan bahwa
    tidak lah cukup bagi seorang hamba membuktikan cinta (imannya) kepada Allah, hanya dengan
    mengungkapkan di bibir semata, bahwa dia telah beriman kepada Allah, kemudian mereka dibiarkan
    begitu saja. Sekali-kali tidak. Mereka perlu membuktikan akan keafsahan apa yang telah mereka
    ikrarkan. Karenanya, mereka akan diuji dengan beberapa ujian, sehingga nampaklah yang benar-benar
    beriman dan yang munafik di antara mereka.
    Firman Allah: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,
    “kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum
    mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang
    dusta.” (Al‘Ankabut:2-3).
    Dalam perjalanan, tidak sedikit manusia yang gagal dalam menjalani ‘tes-tes’ kemurnian cinta, yang
    Allah berikan. Banyak di antara mereka yang ‘gugur’ di pertengahan jalan. Bahkan, tidak sedikit pula
    yang berjatuhan di saat ‘genderang’ ujian baru ‘ditabuh’. Potret pribadi-pribadi macam ini, sampelnya,
    bisa kita temukan pada sosok orang-orang munafik, yang memisahkan diri dari barisan pasukan perang
    kaum muslimin, pada perang Badar.
    Saat itu, dengan mudahnya mereka menyatakan kesetian kepada baginda Rosul. Siap membela beliau
    baik dalam kondisi suka maupun duka, lapang ataupun sempit. Namun apa yang terjadi ketika ikrar
    tersebut diuji, mereka gagal. Nampak jelas kebusukkan hati mereka. Sumpah setia yang mereka
    umbar, hanyalah pemanis bibir semata. Sungguh, kecelakaan hiduplah bagi mereka.
    Setali tiga uang, mereka yang sukses melewati ujian-ujian tersebut, pun banyak, meskipun jumlah
    mereka jauh lebih sedikit dari mereka yang gagal. Dan salah satu di antaranya adalah Nabi
    Ibrahim ’Alaihi Salam.
    Nabi Ibrohim, selain mendapat gelar sebagai ‘Abu Al-Anbiya’ (Bapaknya para Nabi), beliau juga
    termasuk Nabi dalam kategori ‘Ulul ‘Azmi’. Tentu saja, sederet gelar tersebut tidak serta-merta
    menempel di pundaknya, tanpa melalui proses perjuangan yang tinggi.
    Halaman 1
    Ujian cinta beliau terhadap Allah, sangatlah terjal. Namun, sekalipun demikian getirnya, dengan sabar
    dan disertai ketulusan yang sangat, hanya untuk mengharapkan ridho Allah, beliau hadapi ujian itu
    tanpa harus berkeluh-kesah.
    Salah satu ujian yang harus beliau hadapi adalah menerima kenyataan, di mana perintah menyembelih
    anak semata wayangnya, Ismail. Padahal, jauh sebelum itu, ketika anak laki-laki tersebut masih dalam
    buaian, beliau tinggalkan bersama sang-ibu, di padang sahara yang tak ada aura kehidupan, tanpa
    bekal yang berarti.
    Dan kini, setelah anak itu tumbuh dewasa menjadi pribadi yang sholeh, taat kepada orangtua,
    datanglah perintah untuk menyembelihnya. Siapa pun dia, sebagai orang tua, tentu galau menerima
    perintah demikian. Tak terkecuali Nabi Ibrahim. Karenanya, setelah mendapat mimpi demikian selama
    tiga kali, beliau kemudian menuturkan prihal mimpinya kepada sang-buah hati.
    Subhanallah, setelah mendapat penjelasan dari sang-ayah, Ismail dengan mantap berujar, “Wahai
    ayahanda, sekiranya itu benar-benar perintah dari Allah, maka laksanakanlah. Mudah-mudahan engkau
    menemukanku termasuk orang yang bersabar.”
    Singkat cerita, Ibrahim pun melaksanakan titah Allah SWT. Namun, dalam prosesnya kelak, Allah
    memrintahkan Ibrahim untuk mengganti penyembelihan Ismail, dengan binatang ternak (lembu).
    Dengan peristiwa ini, luluslah Ibrahim dari ujian cinta yang Allah berikan. Sebesar apapun cinta beliau
    terhadap Ismail, sebagai orang tua yang telah lama menanti kehadirannya, namun, tidak sebanding
    dengan cinta beliau kepada Allah. Karenanya, perintah penyembelihanpun beliau laksanakan, demi
    membuktikan kemurnian cintanya pada Allah. Inilah tauladan cinta sejati itu.
    Bukan Cinta Buta
    Cinta yang menghujam dalam diri Ibrohim, bukanlah cinta buta. Cinta yang beliau miliki adalah cinta
    murni nan tulus yang tumbuh dan memekar dalam hati (bukan dilandasi nafsu). Dan itu terjadi karena
    proses yang beliau lalui dalam menghadirkan cinta, itu benar, yaitu melalui pengenalan yang
    mendalam.
    Kita tentu sangat akrab dengan pernyataan para pujangga, “Tidak kenal maka tidak sayang. Tidak
    sayang, maka tidak cinta”. Dan proses itulah yang telah melahirkan makrifat cinta Ibrohim yang begitu
    mendalam terhadap Tuhannya. Tak ubah pohon yang akarnya menghujam ke dasar tanah yang paling
    dalam, sehingga tidak mudah digoyahkan oleh badai sekalipun.
    Hal tersebut, tersirat dalam proses pencarian Tuhan yang dilakukan Ibrohim. Dan keyakinan itu
    dipertabal kembali, dengan dikabulkannya permintaan/do’a Ibrohim, untuk menyaksikan secara nyata,
    bagaimana Allah menghidupkan dan mematikan makhluk-Nya. Kemudian, Allah memerintahkannya
    untuk menyembelih beberapa ekor burung, kemudian, diletakkan di atas bukit. Ketika Ibrohim
    menyeru keduanya, mereka pun datang memenuhi panggilan. Subhanallah. Dengan peristiwa ini,
    tambah mengakarlah cinta Ibrohim kepada Allah.
    Sebagai penutup, marilah kita intropeksi diri, sudahkah kita mengenal Allah, Tuhan kita, secara utuh,
    sehingga melahirkan mahabbah (rasa cinta) yang benar-benar terhadap-Nya? Sebab realitas saat ini,
    banyak orang mengaku Muslim, tapi mereka tampil sebagai penentang Tuhan yang mereka sembah.
    Boleh jadi hal ini disebabkan dangkalnya makrifat mereka terhadap Allah sehingga berdampak
    minimnya stok cinta yang mereka miliki. Banyak orang mengaku cinta pada agamanya dan cinta pada
    Allah, namun antara lisan dan hatinya tak sesuai dengan ucapannya. Banyak orang memburu wanita
    pujaanya, bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri. Namun ketika mereka mengaku cinta pada
    agama dan Tuhannya, tak mampu mengorbankan dirinya sebagai ungkapan "cinta" itu. Semoga bisa
    meniru Nabiullah Ibrahim alaihi salam. [Robinsah/hidayatullah.com]
    Halaman 2
    2 dari 2
    Chiqin.doc

    1 dari 1
    Menampilkan Chiqin.doc.
    Diposting oleh Unknown di 22.17 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: chyqin

    Kamis, 31 Oktober 2013

    Excel




    Banyak sekali orang yang bisa menahan diri untuk tidak makan atau jajan. Tapi kata temen saya yang perokok dia susah sekali untuk tidak merokok. Ada yang bilang waktu buka puasa pun lebih baik ga makan nasi dari pada tidak merokok.
    Berbagai cara telah dilakukan seperti mengganti rokok dengan permen karet, menyantap buah-buahan, berpuasa, hingga sugesti pada diri sendiri. Namun rasanya tetap sulit untuk berhenti merokok, terutama bagi mereka yang para pecandu berat.
    Tapi...tunggu dulu ...dari Journal Addiction, hasil riset Adrian Taylor dari United Kingdom's University of Exeter beserta koleganya dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada menemukan cara untuk meredam keinginan merokok dengan berolahraga.

    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 00.13 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: excel

    Rabu, 30 Oktober 2013

    Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan oleh ilmu ini dalam sains. Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa. Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu - Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton, Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld - yakin bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika menulis alam semesta.


    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 22.38 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: matematika

    PERNAFASAN: PARU-PARU BAGIAN KIRI



    Paru-paru kiri terdiri dari:

    - Bronchus

    - Lobes : Bagian yang lebih kecil dibanding Paru-paru kanan dan hanya terbagi dua section atau lobes

    - Cardiac Notch : Ruangan dalam dimana pas dengan Jantung

    - Diaphragm: Lapisan otot membagi bagian dada dari abdomen digunakan dalam bernafas



    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 22.37 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: biologi

    RINGKASAN MATERI FISIKA SMA BESARAN DAN SATUAN

    Sifat Materi Kimia

    Sifat Materi Kimia
    Sifat Materi Kimia - sebelumnya [Pengertian Materi Dalam Kimia], infoter-baru.blogspot.com akan membagikan pembahasan masih dalam pengetahuan seputar ilmu kimia atau lebih spesifiknya adalah sifat materi kimia.
    Apa itu sifat materi? Sifat meteri maksudnya materi berdasarkan pada jumlah dan ukurannya mempunyai sifat sendiri sehinga materi yang satu dengan materi yang lainnya.
    Materi mempunyai dua sifat yaitu sifat intrinsik dan sifat ekstrinsik.

    Baca selengkapnya »
    Diposting oleh Unknown di 00.11 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: kimia
    Sifat Materi Kimia

    Sifat Materi Kimia
    Sifat Materi Kimia - sebelumnya [Pengertian Materi Dalam Kimia], infoter-baru.blogspot.com akan membagikan pembahasan masih dalam pengetahuan seputar ilmu kimia atau lebih spesifiknya adalah sifat materi kimia.
    Apa itu sifat materi? Sifat meteri maksudnya materi berdasarkan pada jumlah dan ukurannya mempunyai sifat sendiri sehinga materi yang satu dengan materi yang lainnya.
    Materi mempunyai dua sifat yaitu sifat intrinsik dan sifat ekstrinsik.

    • Sifat Intrinsik
    Apa itu sifat intrinsik? sifat intrinsik yaitu sifat materi yang tidak bergantung pada ukuran dan jumlahnya dalam materi tersebut.
    Apa saja yang termasuk sifat intrinsik suatu materi?
    Banyak sekali kelompok sifat intriknsik daintaranya : kalor jenis, sifat logam, warna, bau, sifat asam, sifat basa, titik leleh, titik beku dan lain-lain.

    • Sifat Ekstrinsik
    Apa itu sifat ekstrinsik? sifat ekstrinsik yaitu sifat materi yang bergantung pada ukuran dan jumlahnya.
    Apa saja yang termasuk kedalam sifat ekstrinsik suatu materi?
    Bila kita amati sifat ekstrinsik kimia pada materi terdapat banyak juga, antara lain : ukuran, volume, massa jenis. massa, temperatur, bentuk. panjang, dan lain-lain.

    selain sifat seperti yang telah disebutkan diatas, ada juga sifat materi berdasarkan sifat fisis dan sifat kimia.

    • Sifat Fisis
    Apa itu sifat fisis? sifat fisis adalah sifat suatu zat yang ada hubungannya dengan perubahan yang terjadi secara fisis pada zat tersebut.
    apa saja contoh sifat fisis suatu materi? contohnya : rasa, warna, bau, daya hantar, kemagnetan, kekerasan, kelarutan, massa jenis, dan masih banyak yang lainnya.

    • Sifat Kimia
    Apa itu sifat kimia? sifat kimia adalah sifat yang menggambarkan kemampuan suatu zat untuk melakukan reaksi kimia.
    apa saja contoh sifat kimia suatu materi? contohnya :  kestabilan, daya ionisasi, keterbakaran, kereaktifan.

    dari materi pembahasan tentang sifat materi kimia diatas dapat kita simpulkan bahwa jenis sifat materi terdiri dari sifat intrinsik, sifat ekstrinsik, sifat fisis, dan sifat kimia.
    semoga artikel sifat materi kimia ini bermanfaat dan dapat menmbah wawasan tentang ilmu kimia anda.



    OPOAE
    digg
    Tweet
    Komentar →
    Di Terbitkan oleh Grs → 11:52 AM Kategory → Sifat Materi Kimia » Kimia , Pengetahuan » Asiaatoddhours
    Diposting oleh Unknown di 00.10 Tidak ada komentar:
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: kimia
    Postingan Lama Beranda
    Langganan: Komentar (Atom)
    Dapatkan widget animasi ini !
    Animasi Lumba-lumba

    Mengenai Saya

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Arsip Blog

    • ▼  2013 (61)
      • ▼  Desember (2)
        • perilaku sang pecinta
        • perilaku sang pencinta
      • ►  Oktober (54)
      • ►  September (5)


    Valentine's Day Pumping Heart
    Tema Perjalanan. Gambar tema oleh kellykellykelly. Diberdayakan oleh Blogger.